Kode Kota Asal

HZXvHRD6GRO6JpT9HRe7JmQ7GIHfwBWkwIScq707JA5vyT4crjCzNjCnORT7KROvJpX=

KISAH NABI ALLAH AYYUB ‘ALAIHISSALAM





 

Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى: } وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ * فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآَتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ { [الأنبياء: 83-84].

 *"Dan (ingatlah kisah) Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, 'Sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkaulah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.' Maka Kami pun memperkenankan doanya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya, dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, juga (Kami tambahkan) sebanyak mereka sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang beribadah."* 

(QS. Al-Anbiya: 83-84) 

 

Kisah Nabi Ayyub adalah penghibur bagi para penderita sakit, dan pengingat yang meningkatkan keimanan. Nabi Ayyub pernah memiliki banyak harta berupa hewan ternak, ladang yang luas, dan anak-anak yang banyak. Namun, Allah mengujinya dengan mengambil seluruh hartanya, dan semua itu hilang satu per satu. 

 

Kemudian, Nabi Ayyub ‘alaihissalam diuji dengan penyakit kusta yang menyerang seluruh tubuhnya, kecuali hati dan lisannya yang tetap digunakan untuk berzikir kepada Allah. Orang-orang yang dulunya dekat dengannya mulai menjauhi, hingga ia harus tinggal di tempat terpencil di ujung kota. Tidak ada yang peduli kepadanya kecuali istrinya, yang setia melayani dan merawatnya. Bahkan, istrinya harus bekerja di rumah-rumah orang untuk menyediakan makanan dan minuman untuknya. 

 

Nabi Allah Ayyub menjadi teladan kesabaran yang luar biasa. Ia dikenal karena kesabarannya yang dijadikan perumpamaan. Yazid bin Maisarah berkata, *“Ketika Allah menguji Nabi Ayyub dengan kehilangan keluarga, harta, dan anak-anak, ia tetap memuji Allah dengan berkata: ‘Aku memuji-Mu, Wahai Tuhan segala tuhan, yang telah memberikan kebaikan kepadaku. Engkau memberiku harta dan anak-anak, hingga semua bagian hatiku dipenuhi dengan cinta kepada mereka. Kemudian Engkau mengambil semuanya dariku dan menyisakan hatiku yang kosong hanya untuk-Mu. Kini, tidak ada lagi yang menghalangiku dari-Mu. Seandainya musuhku, Iblis, mengetahui nikmat yang Engkau anugerahkan ini, ia pasti akan iri.’”* 

 

Ujian Nabi Ayyub berlangsung lama; ada yang mengatakan selama tujuh tahun, tiga tahun, atau delapan belas tahun. Iblis bahkan mencoba menggoda Ayyub melalui dua sahabatnya agar ia meminum khamar, tetapi Ayyub menegur mereka dengan tegas, menyatakan bahwa perkataan, makanan, dan minuman mereka haram baginya. 

 

Iblis, yang terkutuk, kemudian menyamar sebagai seorang tabib dan mendatangi istri Ayyub. Ia berkata, *“Penyakit Ayyub sudah terlalu lama. Jika ia ingin sembuh, ia harus menyembelih seekor lalat dengan menyebut nama berhala kaum tertentu, lalu ia akan sembuh dan dapat bertobat setelah itu.”* Istri Ayyub menyampaikan hal ini kepada suaminya. Nabi Ayyub menjawab, *“Telah datang kepadamu yang jahat. Aku bersumpah kepada Allah, jika aku sembuh, aku akan mencambukmu seratus kali.”* 

 

Ketika keadaan menjadi semakin sulit dan ia khawatir Nabi Ayyub kelaparan, istrinya menjual salah satu kepangan rambutnya kepada seorang gadis bangsawan untuk mendapatkan makanan. Ketika membawa makanan itu kepada Ayyub, ia bertanya, *“Dari mana kamu mendapatkan ini?”* Istrinya menjawab, *“Aku bekerja kepada seseorang, dan mereka memberiku makanan ini.”* Nabi Ayyub memakannya. 

 

Pada hari berikutnya, istrinya kembali memotong sebagian rambutnya dan menjualnya untuk mendapatkan makanan. Namun, ketika ia membawa makanan itu kepada Ayyub, ia berkata, *“Demi Allah, aku tidak akan memakannya hingga engkau memberitahuku dari mana asalnya.”* Istrinya pun melepaskan kerudungnya, dan Ayyub melihat rambutnya telah terpotong. Melihat hal ini, Nabi Ayyub sangat sedih, lalu ia berdoa kepada Allah: 

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

*"Sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkaulah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."*  (QS. Al-Anbiya: 83) 

 

Allah kemudian berfirman: 

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ

*"Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum."*  (QS. Shad: 42) 

 

Nabi Ayyub mandi dengan air yang diperintahkan Allah, dan Allah menyembuhkannya. Allah juga mengembalikan harta, keluarga, dan anak-anaknya, bahkan melipatgandakannya. 

 

Semoga para penderita penyakit dan orang-orang yang tertimpa musibah mengambil pelajaran dari kisah Nabi Allah Ayyub ‘alaihissalam.

*Ibnu Katsir, Isma'il, Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim, Juz 3, hlm. 183-185 (dengan penyesuaian)*

5504478272144763068 SIMPLETOKOV1.0.0

Easy Checkout.

Pesanan Anda otomatis terhubung ke Nomer WhatsApp.

CS Ramah

Anda dapat menghubungi CS Kami kapan saja untuk konfirmasi pesanan Anda

Produk Original

Kami pastikan Anda mendapatkan produk dengan kualitas Original

Selamat Belanja

Selamat Belanja
TOKO IMSYA
Ok

Daftar Belanja Anda :

Total Harga ( Produk)

:

:

Ongkos kirim akan muncul setelah ongkir dipilih

Biaya ongkir: dg berat ()
Total Pembayaran:

Isi dengan Jalan, No. Rumah dan RT/RW

Tulis catatan disini untuk keterangan lainnya